Wednesday, February 11, 2015

Ketika Angin Berhembus

Aku limbung
Terhempas oleh dua pilihan dalam hidup

Aku ingin ibu
Yang bisa merawatku sampai aku besar
Sampai aku bisa menjadi orang

Tapi aku juga ingin ayah
Yang mampu menuntunku
Membimbingku hingga aku tangguh

Keduanya tak bisa kumiliki seutuhnya
Aku hanya bisa mempunyai satu diantara dua

Di balik tirai
Ibu menangis
Ayah mengepalkan tangan

Keduanya menanti
Keputusan yang bisa membuat hati remuk

Kupadamkan harapanku
Kutepis semua pilihan yang ada
Karena aku tidak mau menjadi algojo
Yang mematikan setitik harapan di sudut hati terdalam

Aku memilih mati
Meninggalkan jati diriku
Melepaskan semua urusan duniawi

Ibu adalah cincin kawin
Ayah adalah karir

Aku memilih biara





1 comment: