Ketika Angin Berhembus
Aku limbung
Terhempas oleh dua pilihan dalam hidup
Aku ingin ibu
Yang bisa merawatku sampai aku besar
Sampai aku bisa menjadi orang
Tapi aku juga ingin ayah
Yang mampu menuntunku
Membimbingku hingga aku tangguh
Keduanya tak bisa kumiliki seutuhnya
Aku hanya bisa mempunyai satu diantara dua
Di balik tirai
Ibu menangis
Ayah mengepalkan tangan
Keduanya menanti
Keputusan yang bisa membuat hati remuk
Kupadamkan harapanku
Kutepis semua pilihan yang ada
Karena aku tidak mau menjadi algojo
Yang mematikan setitik harapan di sudut hati terdalam
Aku memilih mati
Meninggalkan jati diriku
Melepaskan semua urusan duniawi
Ibu adalah cincin kawin
Ayah adalah karir
Aku memilih biara
Aku baru baca ini hiks!
ReplyDeleteAduuuh... Speechless...