Salahkah diriku bila pernah meragukan cintamu
Kau menghampiri saat diriku ada di langit lepas, bak layangan yg terputus tali senarnya
Kau datang menawarkan secangkir kebahagiaan untuk melepas dahagaku akan cinta
Untuk sementara dirimu pun menjadi air kehidupan bagi diriku
Aku merasa dirimu yang sempurna tak sebanding denganku yang bersayap patah
Rusak dan terbuang oleh cinta baru yang ditawarkan oleh kemudaan dan kemolekan
Salahkah diriku bila pernah menduakan cintamu
Ketika putik cinta yang dulu pernah datang menghampiriku untuk yang kedua kalinya
Dirimu memberiku ruang untuk rasa lama yang sekarang ada
Ketika aku mencoba untuk menulis cerita baru dengan nada sumbang sama
Waktu aku terhempas untuk kedua kalinya
Dirimu menjadi bahu tempatku bersandar dan memecahkan tangis
Salahkah diriku ketika aku meminta cintamu untuk mengisi ruang kosong dalam hatiku
Setelah aku berpaling dan kembali dengan hati koyak
Kau tetap membisikkan kata kata cinta
Mengeja huruf yang menafikan bilur penyesalan dalam relung terdalam
Dan menawarkan hatimu untuk menjadi milikku
Dan cinta yang sekarang ada
Akankah terus menjadi bara yang menghangatkan
Aaa... apiiik... *nggeblak*
ReplyDeleteOjo nggeblak mbak, mengko mas Ben ngasah clurit @&@&) Kaboorr....
DeleteSepurane telat.....